• RSS

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang ~ SENO GUMIRA AJIDARMA

  • Journey

    Cerita perjalanan yang tak melulu soal "have fun" tapi juga tentang petualangan di hiruk pikuknya Ibu Kota... Let's ENJOY JAKARTA!

  • Hoby

    Mengurai ketegangan urat saraf, membuang jauh jenuh dan bosan, berdamai dengan realita, yuks... mencoba dan melakukan "sesuatu"

  • Share

    Tulislah... setidaknya agar anak cucumu tau kalau kamu juga punya masa lalu, karena menulis itu membuat kita hidup 1000 tahun...

  • Bohong itu dosa...
    Seperti itu doktrin yang kita terima sedari kecil. Orang tua kita sampai nenek kakek dan bapak ibu guru disekolah pasti berkata seperti itu. Gw setuju banget BOHONG itu DOSA!!! gimana dengan kalian??

    Hmmm meski udah tau kalo bohong itu dosa, tapi kita kadang masih tetap melakukannya *eeehh bukan kita tapi gw... Bohong yang gw pikir adalah bohong kecil, tapi tetep aja yaa itu namanya DOSA!!! Cerita ini berkaitan dengan cerita gw sebelumnya yaitu Jasa Angkut Barang dan Some One Like You di  The Branda's Cafe.
    Disana ditulis gw sedang liburan ketempat yang "masih di Indonesia". Waktu itu gw dan temen gw merencanakan untuk berlibur kesana berdua aja setelah kelar tugas akhir *ini kayanya perlu banget dihitamkan kalo berdua maksudnya adalah CEWE CEWE, hehehe. Sengaja cari tiket jauh-jauh hari karena harganya jauh lebih murah. Sekitar 4 bulan sebelum keberangkatan *niad banget untuk melepaskan stress atas tugas akhir yang begitu menguras otak dan emosi.

    Oke udah 2 tahun berlalu dan gw udah mengakui juga kalo pernah berbohong, jadiiii khusus di postingan ini akan gw ungkap kebenaran tersembunyi dari dalam lubuk hati paling dalam. Dimanakah tempat yang gw sebut-sebut "masih di Indonesia" itu?? Ga terlalu spesial banget sih, tapi salah satu tempat wisata favorit se-Indonesia. Yaitu Bali. Disini bukan Balinya yang akan gw share tapi cerita dibalik kebohongan itu yang mengerikan sekaligus membawa makna besar buat hidup gw.

    Kenapa gw berbohong? 
    *hahaha urusan lo yah bukan urusan gw... Ya ya ya apapun komentarnya gw akan tetep cerita... emang ini blog siapa? Ya ga? ^_^
    Awalnya ga ada niat bohong, gw mau minta ijin cuti apa adanya bukan ada apanya. Tapi bos gw yang baik hati dan tidak sombong ternyata resain akhir tahun 2011. Sedangkan tiket udah dibeli untuk keberangkatan di bulan April 2012. Setelah gw mengamat-amati karakter Pak bos baru disitulah gw memutuskan untuk bohong, karena apa? karena sebenernya cuti gw udah abis dan yang akan gw ajukan ke Pak bos adalah utang cuti *ini serius loh cuti gw sampe minus. Jadi gw bilang mau ke Jogja dan bla bla bla. Orang kantor lebih terbiasa denger gw ijin ke Jogja karena mereka tau gw ada keluarga disana. Alasan yang gw buat ngebawa-bawa nama keluarga yaitu "acara keluarga" dan gw harus datang. Kalo utang cuti ga disetujui maka gw rela dianggap alpa dan gaji dipotong. Ya abis sayang cuy tiketnya dan biaya ini itu yang udah dikeluarkan. Andai kata boleh milih lebih baik gw ga punya cuti!!! tapiiiiii bisa ijin sesuka hati *yaiyalah ~_~.

    Oke akhirnya cuti di acc. Berangkat... *bukan untuk ditiru apalagi dikasih ucapan "selamat yah..."

    ------------ Skip soal liburannya ------------

    Liburan berakhir dengan suka cita dan hati riang gembira. Every day is holiday-laaahhh. 15 April 2012 adalah jadwal kepulangan gw ke Jakarta. Sampai di Bandara Cengkareng, gw sama temen gw naik Damri yang berbeda tujuan. Duduk tepat dibelakang supir trus karena masih agak jetleg dan kepala pusing, jadi gw merem-meremin mata alias tidur. Ga pules-pules amat sih cuma pules aja, hahaha.

    Gw kebangun karena denger teriakan-teriakan ibu-ibu dan penumpang lain. "Awas pak... awas pak..." seketika langsung mata gw kebuka. Kaget teramat sangat, gw liat didepan kemacetan sudah panjang, tapi bus masih melaju sangat kencang. Dalam jarak sekitar 5 meter supir bus yang gw tumpangi berusaha menahan laju bus. Rem mendadak pun dilakukan. Kejadian itu berlangsung seper-sekian detik, tanpa gw sempat berdiri atau pindah tempat. Spontan tangan gw menyilang menutupi muka, jujur waktu itu gw udah pasrah apapun yang terjadi. "Astagfirullahaladzim" serentak bergema karena kami menyadari laju bus tetap tidak bisa dikendalikan. Usaha rem mendadak itu tak sanggup menghindarkan kami dari tabrakan. Bus menabrak keras sedan didepan kami hingga sebagian badan sendan remuk. Lalu sedan itu menabrak mobil didepannya lagi. Bahkan bus kami juga tertabrak dengan mobil yang berada dibelakangnya. Tabrakan beruntun ini ngebuat gw shock banget, sekujur badan gw merinding dan pikiran kemana-mana. Andai aja pada saat itu ada media yang menyorot dan gw jadi salah satu korban. Alangkah sia-sianya mati gw, pergi dengan kebohongan untuk bersenang-senang. Dan pulang hanya tinggal nama, dipublikasikan pula. Gw meninggal mengenaskan dengan kebohongan tersiar ke seluruh pelosok negeri *yup sempet aja gw mikir lebay begitu.  Alhamdulillah Alloh berencana lain, kejadian itu tidak memakan korban jiwa satu orang pun. Pak supir dipaksa turun lalu beberapa kali dipukul oleh bapak - bapak pengendara sedan. Istrinya menangis histeris dan memastikan kedua anaknya yang berada ditengah baik-baik saja. Misalkan dibangku belakang ada orang, ga kebayang apa yang terjadi karena kondisi mobil yang remuk setengah bagian seperti itu.



    Singkat cerita gw sampai dirumah dengan melanjutkan perjalanan dengan taksi bareng bapak - bapak baik hati. Dia nitipin duit 200rb untuk bayar taksi karena gw yang terakhir turun. Teguran dan peringatan Alloh untuk semua penumpang dan korban yang tertabrak terutama banget buat gw, amat sangat nyata. Entah itu senggolan atau tamparan atas kebohongan yang gw lakukan. Yang pasti dari kejadian itu, gw semakin yakin dan dengan niad bulat BISMILLAH gw akan BERHIJAB.

    Ada yang bilang BERHIJAB itu lagi TREN. Tapi buat gw BERHIJAB itu adalah KOMITMEN bukan TREN. Komitmen antara gw dengan Alloh semata. Karena dibalik kisah seorang cewe memutuskan untuk berhijab banyak hal yang mendasari itu.

    Ada perjalanan religius yang menakjubkan...
    Ada niad baik yang tertanam...
    Ada harapan dan doa yang tersirat...
    Dan hal-hal lainnya...

    - The End -
    TERIMAKASIH UDAH BACA SAMPAI HABIS 


    0 comments:

    Post a Comment