• RSS

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang ~ SENO GUMIRA AJIDARMA

  • Journey

    Cerita perjalanan yang tak melulu soal "have fun" tapi juga tentang petualangan di hiruk pikuknya Ibu Kota... Let's ENJOY JAKARTA!

  • Hoby

    Mengurai ketegangan urat saraf, membuang jauh jenuh dan bosan, berdamai dengan realita, yuks... mencoba dan melakukan "sesuatu"

  • Share

    Tulislah... setidaknya agar anak cucumu tau kalau kamu juga punya masa lalu, karena menulis itu membuat kita hidup 1000 tahun...

  • Label "Latihan Cerpen" isinya adalah penggalan-penggalan cerita pendek yang terinspirasi dari kisah hidup gw sendiri atau apa yang gw lihat disekeliling atau dari cerita teman dan sahabat. Kenapa judulnya latihan cerpen? karena emang gw lagi belajar menulis cerpen. Gw pengen sejago Dewi "Dee" Lestari menuliskan luapan perasaan sang tokohnya, yang secara ajaib emosi dari perasaan itu sampai ke pembacanya. Gw pengen seperti A. Fuadi yang jujur banget menuliskan kisah hidupnya, dengan menggambarkan sifat dan karakteristik sang tokoh utama bukan dengan kesempurnaan tapi kesederhanaan.

    Sebelumnya gw pernah ikutan workshop nulis "ASMA NADIA", dari situ gw jadi termotivasi untuk nulis cerpen. Gw coba ikutan lomba-lomba cerpen. Bukan soal hadiahnya tapi untuk memaksa diri gw memulai nulis. Karena kalo ga ada suatu moment atau deadline atau alasan, pasti gw males. Bayangkan satu cerpennya minimal terdiri dari 10 halaman dengan spasi single. Nulis itu moody, dan harus nunggu ide dateng baru bisa nulis. Tapi Alhamdulillah seminggu bisa kekejar deadline itu. Wow banget 10 halaman kelar. Lalu gw kirim ke panitia.

    Selanjutnya... Searching lomba nulis lagi... Ikutan lagi... 10 halaman lagi... Dan kirim lagi...

    Total 2 kali lomba yang gw ikuti, 20 halaman yang berhasil gw tulis. Lalu bagaimana hasilnya? GA ADA YANG LOLOS...!! YESS.. TERUS APAKAH GW HOPELESS??
    Jawabannya iya.. hahaha.. Diperhalus deh, bukan hopeless tapi semangat nulis cerpennya berkurang.. gw ga searching lomba cerpen lagi, ga maksain nulis 10 lembar seminggu kelar lagi. Santai aja dulu..

    Tapi ketika gw baca ulang cerpen itu, dan banyak gw temukan kesalahannya. Cerpen gw datarrrrrr, maksud yang gw ingin sampaikan tidak bisa dirasa. Pokoknya jauh dari baik deh. Gw yang biasanya nulis sesuka hati tanpa harus terikat EYD dan alur, tiba-tiba harus nulis dengan suatu tema. Sulit tapi bisa dipelajari... ya kan? Ayo dong para SUHU bantu gw belajar...

    Desember 2013 lalu A. Fuadi ngebuka peluang untuk belajar nulis di "Akademi Menulis 5 Menara". Awalnya gw minat banget ikut karena info itu udah gw denger jauh-jauh hari sekitar bulan Oktober, tapi persyaratannya belum dipublish. Ketika bulan Desember gw hampir lupa karena sedang banyak deadline tugas kantor. Sampai pada 2 hari sebelum pendaftaran ditutup, temen gw ingetin dan maksa gw untuk ikutan daftar. Ada 3 syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar yaitu menulis biodata, esai tentang diri dan alasan mengapa ingin mengikuti A5M dan ulasan mengenai buku-bukunya Bang Fuadi, masing-masing maksimal 3 halaman.

    Oke gw coba untuk mengesampingkan sebentar kerjaan kantor, gw nulis 3 syarat itu dalam waktu semalem sampai bergadang. Isinya tidak terlalu baku dan ga pake EYD. Biasa aja seperti tulisan-tulisan di blog ini. Besokannya gw kirim. Dan pengumuman yang gw tau sebelumnya yaitu akan dihubungi untuk mengikuti interview di awal tahun. Karena kesibukan atau sok sibuk, gw lupaaa soal ini.

    Januari berlalu tanpa telpon, gw pikir gw ga lolos. Entah kenapa gw jarang ngeliat timeline FB, padahal udah sengaja nge-Like FansPage-nya N5M dan A. Fuadi. Ketika iseng-iseng searching di google dengan keyword Akademi Menulis 5 Menara, disitu gw temukan pengumuman shortlist 58 peserta. Gw baca satu persatu yang lolos. Dan gw terkejut ketika ada nama gw disana. Mungkin seperti itu rasanya mengikuti ajang pencarian bakat kali yah. Senangnya bukan maen...!! Trus dari 58 peserta akan disaring menjadi 20 peserta yang lolos pada syarat kedua. Syarat keduanya yaitu mengirimkan opini mengenai aturan belajar yang diterapkan di Akademi 5 Menara nantinya. Pengumuman shortlist itu tertanggal 3 Februari 2014 dan deadline dari syarat kedua adalah 11 Februari 2014. MASALAHNYA ADALAH gw baru baca pengumuman ini 5 hari setelah tanggal DEADLINE.

    Dalam satu saat gw senang dan amat sangat bahagia tulisan gw yang apa adanya lolos seleksi tapi disaat itu pula gw kecewa dan menyesali keterlambatan info yang gw dapet. Meski udah tau telat gw masih mengusahakan untuk mengirim syarat kedua yang diminta. Ga peduli dibaca apa ga! Setelah itu gw ikutin terus timeline FB. 2 bulan kemudian keluar juga pengumuman yang ditunggu. Awalnya akan ada 20 peserta yang lolos, tapi ternyata ditambahkan lagi 6 menjadi 26 orang yang lolos mengikuti A5M. Gw baca ke 26 nama itu, dan akhirnya gw relakan nama gw ga tercatat disana. Kecewa pasti, tapi ini adalah salah gw yang melewatkan kesempatan besar yang pernah gw dapet.

    Oke baiklah, keputusan diterima. Tetap menulis yukk.. Maju terus, terus maju..

    "Satu Buku Sebelum Mati"
    Tagline itu gw dapet ketika mengikuti workshop ASMA NADIA. Detailnya seperti ini :


    Apakah rela segala pengalaman, pemikiran hilang terkubur bersama jasad ketika kita meninggal? Tulis pemikiranmu, ide dan semua perjuangan agar abadi, ketika kita tak ada nanti. Satu buku sebelum mati! Bisa!
    Sebab menulis adalah berjuang..

    0 comments:

    Post a Comment