• RSS

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang ~ SENO GUMIRA AJIDARMA

  • Journey

    Cerita perjalanan yang tak melulu soal "have fun" tapi juga tentang petualangan di hiruk pikuknya Ibu Kota... Let's ENJOY JAKARTA!

  • Hoby

    Mengurai ketegangan urat saraf, membuang jauh jenuh dan bosan, berdamai dengan realita, yuks... mencoba dan melakukan "sesuatu"

  • Share

    Tulislah... setidaknya agar anak cucumu tau kalau kamu juga punya masa lalu, karena menulis itu membuat kita hidup 1000 tahun...

  • Postingan kedua dihari ini [22 Februari 2014], tumben aja lagi mau nulis ^u^ ... Kali ini mau cerita tentang perjalanan ke Solo dari Jogja. Udah lama banget pengen cerita tapi biasalahh dengan alasan yang itu-itu aja yaitu "sok sibuk". Solo tempat lahirnya Pak Jokowi bisa dibilang tidak begitu jauh dari Jogja. Seperti Jakarta Bogor, perjalanan bisa dilakukan dengan menggunakan kereta, agar lebih cepat. Banyak jenis kereta menuju ke Solo dari kelas ekonomi sampai AC. Kalo kamu ga berniat untuk menginap di Solo. Pastikan kamu tau jadwal kereta API Jogja-Solo begitupun sebaliknya. Agar kamu bisa mengontrol waktu untuk keliling kota Solo. 

    Waktu itu gw jalan dari rumah sekitar jam delapan pagi dan sampai di Stasiun Lempuyangan sekitar setengah sembilan. Trus langsung menuju loket dan beli tiket menuju Solo. Untung aja belum ketinggalan kereta untuk jam sembilan, karena akan lama lagi nunggunya. Dan gw dapet tiket Prameks dengan harga Rp. 10.000 per orang. Prameks adalah kereta kelas Ekonomi, mau liat tampak dalamnya? cekidot...

    Kereta Prameks Jogja - Solo

    Sampai di Solo gw lebih milih turun di Stasiun Purwosari, karena di sana ada Halte BST (Batik Solo Trans). BST itu angkutan umum yang akan nganterin gw ke tempat tujuan pertama, yaitu Keraton Surakarta

    Menuju Halte BST

    Tiket BST

    Harga tiket BST pada saat itu Rp. 3.000 sekarang udah berubah belum yah? Bus Trans Solo ga jauh beda dengan Trans Jogja. Dari segi ukuran dan bangku-bangku di dalamnya hanya berbeda warna saja. Jangan ragu dan jangan malu untuk bertanya dimana kamu harus turun kalo kamu ingin ke Keraton Surakarta. Jujur waktu itu gw sotoy berlebih jadi nanya ke petugasnya pas udah kelewat dari halte yang seharusnya, alhasil terpaksa jalan kaki putar balik ke halte sebelumnya karena jalanan searah *lumayaaaann


    Dari gerbang ini gw memutuskan untuk naik becak karena pintu masuk Keraton cukup jauh.

    Gerbang Utama Keraton Surakarta

    Dan becak disana biasanya menawarkan untuk mengantarkan ke Keraton sekaligus ke Pasar Klewer dengan tarif sekian *gw lupa. Jika kamu setuju untuk ke kedua tempat itu, nanti mereka akan menunggu kalian putar-putar Keraton dulu baru dilanjutkan ke Pasar Klewer.

    Naik becak menuju pintu masuk Keraton

    Oke tiba di Keraton kita harus beli tiket dulu, tiket orang dan tiket untuk kamera.

    Keraton Surakarta

    Dan ketika masuk ada beberapa abdi dalem yang menawarkan jasa untuk menjadi pemandu wisata *tidak dipaksakan untuk menggunakan jasa mereka. Untuk menuju halaman depan Keraton ada peraturan yang harus kita patuhi.

    Tata tertib Keraton

    Karena gw pake sendal, jadi harus nyeker deh. Beberapa view dari halaman Keraton sebagai berikut:

    Halaman Keraton

    Keraton Surakarta

    Setelah dari halaman Keraton, kita diarahkan untuk melihat-lihat koleksi peninggalan sejarah di museum Keraton. Sebenernya sih gw ga begitu berminat, karena gw ga suka aja ngeliat-liat keris-keris ataupun lukisan-lukisan leluhur Keraton Solo. Takut sih ga, cuma gimana gitu yaaa..rasanyaaa... sehingga cuma jalan di lorongnya aja tanpa masuk ke dalam museum.

    Kereta Kencana
    Ga terlalu lama kita di sana, karena khawatir kesorean dan susah cari angkutan umum. Jadi segera perjalanan dilanjutkan ke Pasar Klewer. Maaf ga ada foto-foto di Pasar Klewer, karena didalamnya terlalu ramai jadi khawatir ada copet. Yang pasti pasar Klewer itu mirip dengan pasar Beringharjo Jogja, didalamnya penuh dengan aneka batik. Dan harganya kalo menurut nyokap gw, lebih murah di Pasar Klewer. Jadi hati-hati khilaf, jangan salahkan copet kalo duit kamu habis.

    Pedagang souvenir hand made

    Padahal yang pengen jalan-jalan ke Solo itu gw, tapi malah nyokap sama bulek yang asik nawar-nawar kain batik. Dan gw ga beli apa-apa, hehehe... Mereka awalnya cuma mau anterin doang karena takut gw hilang di Solo sendirian, tapi ternyata mereka seneng jalan-jalan sampai Solo. Bahkan minta diajakin lagi ke Solo kapan-kapan. Ke Solo apa ke Pasar Klewer ^_^

    Cape keliling Klewer trus kita makan siang di warung gudeg persis di depan Pasar. Gudeg-nya enak banget, tapi sayang nasinya cuma sedikit. Beneran deh sedikit jadi gw minta nambah nasi *laper apa doyan.

    Mbah penjual gudeg


    Dari sini untuk ke Stasiun bisa naik becak sebenernya, nanti akan diantarkan sampai Stasiun Purwosari. Tapi masalahnya gw salah strategi, waktu itu gw naik angkutan umum untuk ke Stasiun Solo Balapan. Yah lumayan lama perjalan di angkot sekitar 30-45 menit, dan ada beberapa keuntungan juga sih. Pertama kita jadi diajak berputar-putar kota Solo dulu, seperti lewatin serabi Notosuman dan lain-lain. Satu hal lagi adalah kalo dari stasiun Solo Balapan kereta masih kosong, jadi pasti dapet tempat duduk.

    Stasiun Solo Balapan

    Yup perjalanan lumayan jauh untuk sampai di Jogja, bisa memakan waktu sejam lebih. Jadi mari kita tidur guys...

    Sekian dulu cerita di Solo-nya, masih banyak hal yang menarik di Indonesia. Lihatlah lebih dekat...

    4 comments:

    1. Jalan jalan ke Solo memang menyenangkan, lebih menyenangkan lagi jika sewa mobil di solo , kita bisa ke tempat wisata manapun yang kita mau

      ReplyDelete
    2. Serabi NOTOSUMAN yang bener mas bro..... :)

      ReplyDelete
    3. Oh iya sudah diedit, maklum cuma lewat. terimakasih sudah mampir..

      ReplyDelete