• RSS

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah dimana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang ~ SENO GUMIRA AJIDARMA

  • Journey

    Cerita perjalanan yang tak melulu soal "have fun" tapi juga tentang petualangan di hiruk pikuknya Ibu Kota... Let's ENJOY JAKARTA!

  • Hoby

    Mengurai ketegangan urat saraf, membuang jauh jenuh dan bosan, berdamai dengan realita, yuks... mencoba dan melakukan "sesuatu"

  • Share

    Tulislah... setidaknya agar anak cucumu tau kalau kamu juga punya masa lalu, karena menulis itu membuat kita hidup 1000 tahun...

  • Terinspirasi dari cerita teman saya yang pernah menjalani observasi pada sekumpulan anak punk di suatu daerah yang tidak bisa saya sebutkan. Observasi ini khusus untuk memenuhi mata kuliah 'Character Building'. Mencoba melihat dan mempelajari sifat dan karakter mereka dan mencari tau sisi lain dari kisah anak punk yang hidup di jalanan sampai bagaimana mereka dapat bertahan hidup. (Thanks pren telah berbagi hasil observasinya..) Here is The story..

    Kesan pertama yang akan kita dapat ketika bertemu mereka adalah mengerikan dan menyeramkan. Karena penampilan mereka yang seperti itu, pakaian lusuh dan compang-camping alias robek sana, robek sini, di mukanya banyak tindikan, tangannya yang bertato dan rambut gimbalnya. Membuat orang yang melihatnya agak takut dan khawatir. Anak-anak punk yang terdiri dari anak kecil, dewasa, laki-laki dan bahkan ada seorang anak perempuan. Mereka hidup dari hasil mengamen dari bus ke bus. Tidur di taman kota beralaskan tanah beratapkan langit dan mereka mandi di sungai jakarta yang kotor.

    Taukah Anda?? Ga semua dari anak punk itu berasal dari keluarga yang kurang mampu karena ada 2 diantara anggotanya berasal dari keluarga mampu di luar kota, namun karena 'Broken Home' membuat kedua kakak beradik itu pergi meninggalkan kuliahnya, meninggalkan sekolahnya, meninggalkan rumahnya dan meninggalkan orangtuanya lalu pergi ke Jakarta dan bergabung dengan anak punk ini.

    Solidaritas, tenggang rasa dan tolong-menolong diantara mereka sangatlah kuat, ketika salah seorang anggotanya sakit, maka mereka sama-sama mengumpulkan uang recehan hasil mengamen untuk membawanya berobat atau paling tidak untuk membelikannya obat warung. Anti bagi mereka memulangkan dia yang sakit kepada keluarganya karena dia datang dalam keadaaan sehat dan tidak mungkin di kembalikan dalam keadaan sakit, begitulah prinsip mereka. Hebatnya lagi si ketua adalah orang yang sangat adil, ketika teman saya memberikan sejumlah uang kepadanya sebagai ungkapan terimakasih. Dia langsung mengumpulkan semua anggota dan membagikan uang tersebut sama rata kepada tiap-tiap anggota, tidak membedakan anak kecil atau besar, tidak membedakan anak laki atau perempuan. Yang sangat disayangkan hidup mereka terlalu bebas, tanpa aturan, tanpa ikatan dan tanpa memikirkan masa depan. Hidup bukan hanya untuk hari ini saja kan?

    Tapi yang pasti selalu ada hal positif yang bisa didapat dari seseorang, sekalipun itu dari seseorang yang kita tidak sukai, kalau saja kita mau MELIHAT LEBIH DEKAT..

    20 comments:

    1. salam sahabat
      he..he..kayak serius banget ga tahunya duarius alias bikin ketawa he..he.. good luck ya

      ReplyDelete
    2. Berbuat baik itu seperti parfum yang memberikan manfaat kepada yang membawa, yang menjual sekaligus yang membelinya.

      Seperti cerita tsb diatas, budaya saling tolong menolong dengan sesama. Trims ceritanya sangat berkesan... Tetap Semangat

      ReplyDelete
    3. iya sob... tp kebnayakan orang menilai sesuatu itu hanya dr casing aja, yg menut mereka jelek walaupun atu baik tetep aja jelek, ky udah melekat d benak mereka, ky d daerah ku jg, ada rang berkumpul gitara, d kiranya kumpulan anak nakal, terus main bilyard mereka anggap ky gt, pdhal aq semndiri suka main bilyard, semua itu tergantung dr orangnya masing2, dan masih banyak lagi sesuatu yg d anggap jelek blm tntu jelek, ky miyabi... tau sndirikan beritanya.. intinya d balik sesuatu yg jelek pasti ada sisi baiknya, dan kita jangan menilai sesuatu sebatas apa yg kita lihat, kalau blogger baca dlu postingannya baru coment biar g d anggap coment sampah

      ReplyDelete
    4. @coel : hehehehe juga..
      @mba dhana : serius santai mba..
      @pak harto : bener bgt pak..
      @rizky : iya rizky emang tergantung dari sisi mana orang menilai suatu hal..

      ReplyDelete
    5. Hmmm punk adalah sebuah gaya hidup yang bebas tidak terikat aturan dan mereka sangat menjunjung tinggi solidaritas (wah bahasa ituloh..hehehe). untuk jadi seorang punker ga selalu harus ngegembel koq, ngamen di pinggir jalan atau hal2 jelek yang lain .... punker rumahan juga banyak... hehehe

      ReplyDelete
    6. Saya setuju dengan artikel diatas (wah keren banget bener)
      mba, kemarin saya ketemu dengan orang yang hebat lah.dia itu seorang pengamen tapi tahu akan banyak hal (kayaknya dia suka membaca-ilmu apapun dia bisa) hebatlah pokokna mah..

      dengan judul kayaknya saya SETUJU mba..(tidak dilebih-lebihkan kok)..
      Keep Good Posting ya...

      Salam Hangat,
      Luthfi Fuadi Majid
      Kerja Keras Adalah Energi Kita

      ReplyDelete
    7. memang sih Allah hanya lihat dari hati kita tapi kalo urakan begiu ...gimana ya saya sependapat dengan Zhezhe

      ReplyDelete
    8. bagi saya : cover/chasing dan content (isi) harus seimbang/harmoni. Idealnya cover is good and contents is also good. All good.

      ReplyDelete
    9. @zhezhe : yup bener bgt punker rumahan pun byk, tapi mungkin itu jalan yg mereka pilih utk hidup di jalanan..
      @luthfi : mantab tuh pengamen bisa tau byk hal, siapun dia kalo ada keinginan utk belajar pasti bisa..
      @kurniawan + danang : intinya luar dalam harus seimbang ya? aku setuju..

      ReplyDelete
    10. browww kalau ane ngelihat dia, ane jadi inget masa depan saya ja ya alhamdilillah punya penghasilan masih kurang untuk biaya hidup, apalagi dia yang hanya poya2 diluar mo jadi pa negari ini ngelihat pemudanya ky gtu???

      ReplyDelete
    11. @moenas : iya maka dari itu brow, dimana ada usaha dan keinginan di situ pasti ada jalan.. TETAP SEMANGAT!!

      ReplyDelete
    12. kenapa mereka lebih memilih hidup seperti ini?
      saya sendiri tidak tahu saya hidup selalu tidak bisa lepas dari peranan keluarga, tapi mereka lebih baik pergi dari rumah dan mencari teman2, sahabat, yang bisa mengerti dan menghargainya, meybe PENGERTIAN itu kali yah bisa menghargai, menyayangi itu yg jadi masalah mereka karena keluarga tidak bisa wekz hikz mereka pergi dan mencarinya yg lain lain other dah pokoke :( berarti gw hrs jdi orang yang mengerti biar org disekitar kita sodara tmn sahabat kawan dll biar mereka tdk pergi :) bener tidak?

      ReplyDelete
    13. @kafein : kadang seseorang ga selalu merasa nyaman berada dirumahnya krn itu mereka lebih milih pergi dr rumah utk mencari kenyamanan.. mungkin itu..

      ReplyDelete
    14. sip,,suka aku ma judul postingan ini!!!

      ReplyDelete
    15. Punk = Anti kemapanan = Idealis = Gaya hidup = prinsif = anarkis = Setia kawan = melodic = sosialis kiri = Skinhead = Never dies.

      ReplyDelete
    16. @rezky : makasih..
      @irsyad : wah bener tuh..

      ReplyDelete
    17. Salam kenal. Saya pengunjung baru. Dan saya blogger baru. Saya ingin bisa ngeblog seperti yang lain.

      ReplyDelete
    18. tulisan'e bagus mbar, kurang lebih semua yg dimuat memang sama dengan kehidupan para punk jalanan.mereka aneh n terlihat menyimpang tp dari keanehan mereka ada hikmah yg dpt kita petik. ada pepatah yg mengatakan "ambilah sesuatu yang baik walaupun itu keluar dari dubur" , " ambilah sesuatu yg baik walaupun itu keluar dr seorg yg kecil"

      ReplyDelete
    19. @Anonim alias Dito : makasih atas ceritanya ya.. maap kalo banyak kekurangan sana sini.. lain kali cerita lagi biar gw masukin di blog ini.. Oke!!

      ReplyDelete